Mobil Hidrogen Potensial di Indonesia

YOGYAKARTA, AVOLTA – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) ikut berperan dalam era transisi menuju Net Zero Emission pada 2060. Salah satu yang dilakukan, yaitu ikut mendorong pengembangan teknologi, termasuk kendaraan berbahan bakar hidrogen.

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan, hidrogen bisa dikembangkan dan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung terbentuknya ekosistem, selain teknologi lainnya yang tentunya ramah lingkungan.

“Berbicara dengan teknologi kendaraan, tidak akan lepas dari ketersediaan energi-nya. Kesiapan energi termasuk hidrogen merupakan kunci penentu era transisi menuju Net Zero Emission pada 2060 mendatang,” tutur Nandi di UGM, Rabu (8/11/2023).

Nandi melanjutkan, Toyota sudah mengembangkan teknologi hidrogen pada kendaraan bermotor sejak lebih dari 10 tahun belakangan melalui Mirai. Mobil sudah diproduksi secara massal 2014 dan menjadi Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) penuh tanpa mengandalkan BBM.

Bukan hanya itu saja, Toyota global juga juga tengah mengembangkan kendaraan dengan mesin pembakaran internal bertenaga hidrogen (Hidrogen Internal Combustion Engine/HICEV) yang menandai langkah baru untuk mencapai komitmen pencapaian NZE global pada 2050.

“Kami dari Toyota sangat terbuka terhadap segala bentuk kerjasama atau riset baik dengan kalangan akademisi maupun pemerintah serta institusi terkait, untuk bisa mengakselerasi pencapaian target NZE, terutama sektor otomotif termasuk akselerasi ekosistem hidrogen,” ujar Nandi.

CATEGORIES
TAGS