Insentif PPN 1 Persen Diklaim Dongkrak Penjualan EV

JAKARTA, AVOLTA – Penjualan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) sepanjang tahun 2023 diklaim naik. Hal itu diklaim Kementerian Perindustrian (Kemenperin) karena pemberian insentif PPN DTP berupa potongan PPN 10%, menjadi 1%.
Berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 1641 Tahun 2023 tentang kriteria kendaraan listrik yang dapat memanfaatkan insentif, hanya dua model, yakni Wuling Air ev dan Hyundai IONIQ 5.
Keduanya merupakan produk buatan dalam negeri dan telah memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40%.
“Wuling Air ev dan IONIQ meningkat, peningkatannya 176% dibanding kuartal 1 sebelum insentif,” jelas Kasubdit Industri Alat Transportasi Darat Direktorat Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Dodiet Prasetyo melalui siaran Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Selasa (7/11/2023).
Dodiet menjelaskan, penjualan mobil listrik murni pada kuartal 2 sejumlah 4.628 unit meningkat 176% dibanding kuartal 1 (sebelum adanya insentif).
Selanjutnya penjualan kuartal 3 sebesar 4.257 unit atau meningkat 154% dibanding kuartal 1. Secara total keduanya telah terjual sebanyak 10.568 unit dari pada periode Januari-September 2023.
“Artinya pemberian insentif ini cukup sukses dan berhasil untuk mengubah preferensi masyarakat guna menggunakan kendaraan lebih ramah lingkungan,” ungkap Dodiet.
Kemenperin saat mengumumkan insentif pembelian kendaraan listrik tersebut, menargetkan ada 35.862 mobil listrik yang terjual. Berkaca dari data sebelumnya, artinya penyerapan pasar baru sekitar 29,4% dari target.
