Pengembangan EV Wajib Punya Rantai Pasok Kuat

Proses pengecatan bodi Toyota Kijang Innova Zenix di pabrik TMMIN, Karawang. (TMMIN)

JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk mengembangkan kendaraan ramah lingkungan di masa depan. Namun, untuk merealisasikannya butuh dukungan dari berbagai sektor, termasuk para produsen otomotif.

Menurut Bob Azam Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), pengembangan industri otomotif khususnya kendaraan ramah lingkungan butuh rantai pasokan komponen yang kuat.

Bob menjelaskan, bahwa aktivitas penguatan rantai pasok lokal membuat Indonesia lebih agresif membangun industri otomotif elektrifikasi. Ia meyakini, dalam menyambut elektrifikasi, transisi dari kendaraan konvensional (internal combustion engine/ICE) menuju elektrifikasi memerlukan proses untuk eskalasi kapabilitas rantai pasok otomotif.

“Pada tahun ini, kolaborasi dan kemitraan ditingkatkan dengan melibatkan lebih banyak stakeholders di antaranya industri auto maker, part maker, hingga asosiasi yang menaunginya,” ucap Bob di sela-sela acara “Indonesia Japan The 2nd Auto Parts Business Forum” di Nagoya, Jepang berdasarkan keterangan resminya.

Bob melanjutkan, hubungan Jepang dan Indonesia semakin baik dalam menyelesaikan solusi transportasi berteknologi tinggi ramah lingkungan, serta memberikan fokus perhatiannya bagi pengembangan SDM sekaligus pertambahan jumlah rantai pasok komponen otomotif.

Melalui aktivitas ini, TMMIN mengklaim akan membawa 29 perusahaan rantai pasok tier 1-2. Perusahaan sudah menaungi lebih dari 205 supplier di tier 1-2, sebagai pembuka jalan dan menjembatani kerjasama yang nantinya akan terbuka kemudahan untuk mengakses pasar internasional.

“Dengan harapan, partisipasi kami dapat memberikan hasil yang lebih nyata dalam membuka potensi akses investasi industri otomotif skala internasional di masa depan,” tutur Bob.

CATEGORIES
TAGS