Nissan Kapok Investasi di Indonesia
Pabrik Nissan di Sunderland, Inggris, merakit mobil listrik Leaf. (Nissan)
TOKYO, AVOLTA – Nissan memastikan dalam jangka waktu dekat ini belum ada rencana untuk investasi di Indonesia. Khusus pasar ASEAN, jemana otomotif asal Jepang itu lebih memilih Thailand untuk mengembangkan fasilitas produksi mobil.
Meski begitu, menurut President of in ASEAN Isao Sekiguchi, Indonesia menjadi salah satu negara di Asia Tenggara, yang masih dipelajari soal potensi perkembangannya, khususnya dalam hal penggunaan dan ekosistem kendaraan listrik yang jadi komitmen pabrikan.
“Filipina, Indonesia, dan Vietnam ketiganya memiliki pertumbuhan. Tapi, Malaysia dan Thailand lebih siap dalam hal populasi kendaraan listriknya,” ungkap Sekiguchi belum lama ini di Tokyo, Jepang.
Mengenai elektrifikasi, Nissan menitikberatkan pada teknologi e-Power dan model Leaf. Keduanya sudah dipasarkan di tanah air dan diklaim mendapat respons positif.
“Teknologinya kompetitif dengan lingkungan di sana, itulah kekuatan kami. Kami sadar dengan penetrasi kendaraan listriknya, sehingga ini rencana kami masuk ke situ dengan situasi yang ada,” ujar dia.
Perlu diketahui, Nissan juga memiliki komitmen jangka panjang yang disebut Nissan Ambition 2030, untuk merespons isu lingkungan dengan mencapai netralitas karbon pada 2050.
