Emisi Karbon BEV Lebih Tinggi Dibanding Hybrid

JAKARTA, AVOLTA – Penggunaan kendaraan listrik yang terus didorong oleh pemerintah bertujuan salah satunya, adalah untuk mengurangi polusi.

Namun faktanya, Kementerian Perindustrian justru menyebut emisi karbon yang dihasilkan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) justru lebih tinggi dibanding hybrid maupun internal combustion engine (ICE).

Dijelaskan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, emisis atau keluaran dari karbon yang dihasilkan BEV lebih tinggi karena masih menggunakan sumber energi yang berasal dari fosil.

Saat mulai memproduksi mobil listrik dibutuhkan sumber karbon yang lebih banyak lantaran mobil listrik menggunakan baterai. Sejauh ini, penggunaan sumber listrik dihitung sebagai fosil lantaran berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

“At the end of the day datanya mengatakan bahwa per unit karbon yang dihasilkan oleh EV itu lebih tinggi daripada hybrid [dan] lebih tinggi dari pada ICE karena sumber energinya masih dari fosil,” papar Agus, disitat dari Bisnis, ditulis Kamis (12/10/2023).

Namun, pemerintah sendiri memiliki target terkait populasi kendaraan listrik berbasis baterai melalu Permenperin Nomor 6/2022, yaitu roda empat sebanyak 400 ribu unit pada 2025. kemudian, jumlah tersebut bertambah menjadi 600 ribu unit pada 2030, dan 1 juta unit pada 2035.

CATEGORIES
TAGS