Thailand Kejar Status Pusat Produksi EV Dunia

Great Wall Motor pilih Thailand untuk bangun pabrik baterai EV (Reuters)
BANGKOK, AVOLTA – Thailand menjadi salah satu negara Asia Tenggara yang cukup serius mengembangkan industri kendaraan listrik. Tak heran, di industri roda empat konvensional, negeri gajah putih juga menjadi raja dan menjadi pesaing berat Indonesia di ASEAN.
Bergerak cukup serius, The Thailand Automotive Institute (TAI) atau Insitut Otomotif Thailan telah mengungkap tiga strategi untuk bisa menjadi pusat manufaktur global untuk produksi kendaraan ranpa emisi alias Zero Emission Vehicles (ZEVs).
Dijelaskan Presiden TAI Kriengsak Wongpromrat, transisi industri otomotif Thailand ke manufaktur ZEV dipadu oleh peta jalan dari lembaga yang berada di bawah naungan Kementerian Perindustri Thailand.
“TAI juga membantu dunia usaha di industri otomotif menghadapi transisi ini, khususnya usaha kecil dan menengah,” ujar Kriengsak, disitat dari laman Nation Thailand.

Thailand kejar target 2 uta unit pada 2024 (Paultan)
Kebijakan utama yang dijalankan, adalah 30@30, atau menargetkan 30% kendaraan produksi di Thailand menjadi ZEV pada 2030. Thailand menargetkan produksi 2,4 juta unit kendaraan pada 2030, dan 725 ribu unit di antaranya adalah ZEV.
Untuk mencapai target tersebut, TAI telah mencanangkan tiga strategi yaitu Blue Ocean, Green Growth, dan White Spirit.
Secara detail, Blue Ocean terdiri dari penelitian dan pengembangan dengan perusahaan rintisan dan lembaga spesialis untuk mengembangkan inovasi dan teknologi guna memenuhi standar internasional.
Kemudian, untuk Green Growth, adalah langkah yang diambil untuk meningkatkan pusat pengujian emisi, dan baterai kendaraan listrik di Thailand ke standar internasional, dengan menawarkan diskon 10% untuk biaya pengujian bagi bisnis hingga akhir tahun ini.
Sedangkan White Spirit, akan meningkatkan transparansi dan keandalan dalam manajemen dan tata kelola TAI.
Institut ini juga membuka Automotive and Tyre Testing, Research and Innovation Centre (ATTRIC) dan pusat pengujian baterai kendaraan listrik di Chachoengsao pada 2019.
