Investasi Ekosistem EV di Indonesia Diklaim Rp 630 T

DFSK siap produksi mobil listrik di Indonesia (Ist)

JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah Indonesia terus menarik para investor untuk berinvestasi khususnya dalam industri kendaraan listrik dan pendukungnya. Sejauh ini sudah banyak para produsen yang mengucurkan dana investasi untuk membangun pabrik perakitan mobil listrik hingga baterai.

Bahkan diklaim total investasi untuk ekosistem kendaraan listrik di Indonesia sudah mencapai Rp 630 triliun. Informasi itu disampaikan langsung oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam Asean Investment Forum 2023 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (2/9/2023).

“Kita sudah mampu berkomunikasi dan berkomitmen dengan investor khususnya FDI sebesar US$42 miliar lebih untuk ekosistem EV [Electric Vehicle]. Ini untuk membangun ekosistem dari hulu ke hilir untuk baterai maupun mobil,” tutur Bahlil.

Dia pun menunjukkan deretan penanaman modal yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti LG Energy Solution (Korea Selatan) yang menanamkan modal senilai US$9,8 miliar.

Megaproyek ini disokong konsorsium LGES bersama Antam (ANTM) dan Indonesia Battery Corporation (IBC). Proyek ini akan mencakup penambangan nikel, smelter, pabrik prekursor, pabrik aktoda, baterai listrik, battery pack, hingga mobil listrik di Kawasan Indsutri Terpadu Batang (KITB).

Selain itu, Bahlil juga menyebutkan proyek awal LGES yakni pembangunan pabrik sel baterai di Karawang senilai US$1,1 miliar yang ditargetkan akan mulai berproduksi pada Februari 2024.

CATEGORIES
TAGS