Joe Biden Kucurkan Rp 183 T Renovasi Pabrik EV

NEW YORK, AVOLTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS), menyediakan dana sebesar US$ 12 miliar atau setara dengan Rp 183 triliun untuk melakukan renovasi fasilitas pabrik untuk produksi mobil listrik baterai dan hybrid.
Disitat dari Bloomberg, Jumat (1/9/2023), Menteri Energi AS, Jennifer Granholm mengatakan, Negeri Paman Sam berjanji pendanaan tersebut akan mendukung proyek komunitas pabrik otomotif guna mempertahankan pekerja dalam masa transisi menuju elektrifikasi.
Tidak hanya fokus untuk mobil listrik bertenaga baterai atau BEV, dana yang dikeluarkan oleh Presiden Joe Biden ini, juga bisa digunakan untuk pabrik yang produksi hibrida, plug-in hybrid (PHEV), penggerak listrik plug-in, dan juga hidrogen.
Sementara itu, dari total dana yang disiapkan, sebanyak US$ 2 miliar akan dikeluarkan dalam bentuk hibah konversi manufaktur, dari Undang-Undang iklim pemerintah Biden.
Investasi jor-joran ini, seiring sejalan dengan tujuan pemerintah Negara Adidaya tersebut untuk menjadikan kendaraan listrik berkontribusi hingga setengah dari penjualan mobil baru pada 2030.
Joe Biden juga mengatakan, dana yang dikeluarkan tersebut, juga untuk membantu para pekerja mempertahankan pekerjaannya, dan bahkan memperoleh kesempatan pekerjaan baru seiring adanya perubahan di industri otomotif.
“Pendanaan ini akan membantu pekerja yang ada untuk mempertahankan pekerjaan mereka dan mendapatkan kesempatan pertama untuk mendapatkan pekerjaan baru yang layak seiring dengan transformasi industri mobil untuk generasi mendatang,” ujar Joe Biden.
