Indonesia Jangan Cuma Bergantung pada Mobil Listrik

TANGERANG, AVOLTA – Pemerintah Indonesia lebih menganak emaskan kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) ketimbang teknologi lain untuk mencapai target net zero emission (NZE). Padahal tidak melulu mobil listrik, masih ada model elektrifikasi lain seperti hybrid, fuel cell hingga flexy engine.

Pernyataan itu diungkapkan langsung oleh Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara. Menurut dia, teknologi tersebut memang masih menggunakan mesin konvesional, tapi modernisasinya dianggap sudah bisa mendukung target NZE.

“Semua itu adalah alternatif yang bisa kita kembangkan di Indonesia,” ujar Kukuh belum lama ini di Jakarta.

Kukuh menjelaskan bahwa pemerintah sudah banyak mendorong pengembangan teknologi otomotif untuk NZE. Meski demikian dia memaparkan sudah tersedia teknologi selain kendaraan listrik yang juga bisa diaplikasikan.

“Ini juga menunjukkan betapa kita serius mengadopsi EV untuk menuju net zero emission. Memang dunia sedang ramai, sedang membicarakan EV, namun bahwa menuju net zero emission tidak semata mata hanya mengedepankan EV. EV ada tahapan dan pilihan yang disediakan, mulai dari HEV, PHEV kemudian FCEV, dan alternatif lain,” kata Kukuh.

Selain elektrifikasi Kukuh juga menyinggung tentang teknologi lain untuk NZE yaitu penerapan Euro IV sejak 2018 untuk mobil bensin dan biodiesel 35 sejak Februari lalu.

“Ini adalah satu salah satu alternatif Indonesia dan juga jangan lupa di Indonesia kita juga sejak Februari 2023 itu mewajibkan Biosolar 35 persen, ini tertinggi di dunia belum ada negara lain yang menerapkan seperti ini,” ungkap Kukuh.

CATEGORIES
TAGS