BYD Tunda Investasi Rp 15 Triliun di India

FILE PHOTO – The logo of BYD is seen on a car presented at the Auto China 2016 auto show in Beijing, China, April 29, 2016. REUTERS/Damir Sagolj/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD SEARCH GLOBAL BUSINESS OCT 23 FOR ALL IMAGES
JAKARTA, AVOLTA – BYD resmi menunda inevstasi senilai Rp 15 triliun untuk membangun fasilitas perakitan mobil listrik di India. Keputusan itu diambil setelah pemerintah negara tersebut menolak proposal yang diajukan merek Cina beberapa waktu lalu.
Mengutip laman Reuters, Senin (31/7/2023), seorang eksekutif BYD mengabarkan Megha Engineering akan menahan rencana investasi tersebut pasca proposal investasi ditolak oleh pemerintah India.
Sekadar informais, BYD bersama Megha Engineering and Infrastructures merupakan salah satu mitra yang telah mengajukan proposal kepada pemerintah India untuk membangun mobil listrik pada April 2023.
Usai diajukan, sejumlah pejabat pemerintah India mempermasalahkan keamanan mengenai investasi dari perusahaan Cina. BYD pun paham bahwa proposal investasinya memiliki muatan politis akibat pengawasan investasi Cina di India.
Alhasil, pemerintah India pun telah melakukan pengawasan lebih ketat mengenai investasi dari Cina mulai 2020, seiring adanya serangkaian benturan perbatasan antara kedua negara tersebut.
Dalam proposalnya, BYD mengusulkan untuk mulai memproduksi kendaraan listrik di india pada 2025. Namun, keputusan mengenai proposal investasi tersebut nantinya akan diambil oleh Kementerian Perdagangan dan Industri Berat India.
