Cara Unik Hyundai Jualan Mobil Listrik di Jepang

JAKARTA, AVOLTA – Dalam memasarkan mobil listrik, Hyundai Motor Co punya cara berbeda di setiap negara. Sebagai contoh di Jepang tidak sama seperti negara lain, karena merek otomotif asal Korea Selatan itu memilih untuk melakukan pendekatan sambil mengedukasi soal model yang akan dijual.
Berdasarkan keterangan resmi, Sabtu (23/6/2023), Hyundai telah menandatangani perjanjian awal dengan perusahaan konten budaya Jepang untuk mempromosikan penjualan kendaraan nol emisi di negeri berjuluk matahari terbit itu.
Hyundai Motor menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Culture Convenience Club Co. (CCC) untuk kemitraan dalam layanan mobilitas berbagi mobil, pemasaran berbasis data, dan platform pengalaman kendaraan listrik di Jepang, demikian pernyataan perusahaan.
“Kami berharap kemitraan antara perusahaan mobilitas dan penyedia konten akan menciptakan peluang-peluang baru (di pasar Jepang),” ungkap Presiden dan CEO Hyundai Motor, Chang Jae-hoon.
Dalam layanan mobilitas berbagi mobil Mocean, Hyundai menyediakan mobil listrik Ioniq 5 yang dilengkapi dengan platform kendaraan listrik khusus Hyundai Motor Group yang disebut E-GMP, beserta fasilitas pengisian daya di toko buku skala besar Daikanyama T-Site Tsutaya yang dioperasikan oleh CCC.
Selain itu, Hyundai juga berencana untuk mempromosikan kendaraan listrik melalui proyek pemasaran bersama CCC, serta memberikan kesempatan kepada konsumen Jepang untuk merasakan mobil tanpa emisi melalui program pengalaman kendaraan listrik.
Perlu diketahui, pada Mei 2022 Hyundai kembali ke pasar Jepang setelah absen selama 12 tahun karena penjualan yang buruk. Kembalinya merek ini didorong permintaan yang meningkat untuk kendaraan listrik, menawarkan peluang baru di pasar yang didominasi oleh Toyota.
Hyundai pertama kali memasuki pasar Jepang pada tahun 2001, tetapi keluar pada tahun 2009 setelah hanya berhasil menjual 15.000 mobil bensin selama upayanya yang pertama.
