Hyundai Jual Pabrik dan Cabut dari Rusia

JAKARTA, AVOLTA – Hyundai, pabrikan asal Korea Selatan, tinggal selangkah lagi untuk bisa menjual pabrik dan cabut dari pasar Rusia. Keputusan tersebut, akibat invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina sejak tahun lalu.
Disitat Carscoops, Rabu (4/5/2023), Hyundai memang telah menghentikan operasi di Rusia tahun lalu, dan sejak saat ini telah mempertimbangkan berbagai cara untuk keluar dari pasar.
Jaringan TV Korea Selatan, MBC menegaskan bahwa pabrikan Negeri Ginseng ini sedang dalam tahan akhir negosiasi untuk menjual pabriknya, dan tinggal menunggu persetujuan akhir dari pemerintah Rusia.
Saat berbicara dengan Reuters akhir pekan lalu, Hyundai mencatat bahwa sedang meninjau berbagai opsi untuk masa depan bisnis Rusia, tetapi mengatakan belum ada keputusan yang dibuat pada tahap ini.
“Memang benar ada diskusi yang sedang berlangsung mengenai penjualan, tapi belum ada yang diputuskan,” tulis Hyundai dalam sebuah pernyataan.
Hyundai merupakan salah satu pabrikan terbesar di Rusia, dengan produksi sekitar 200 ribu unit per tahun. Bahkan pada Desember 2020 Hyundai membeli pabrik General Motors di St Petersburg buat ekspansi, sekitar setahun sebelum Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022.
Pada 2019 Hyundai dan anak perusahaannya, Kia, menjual sekitar 400 ribu di Rusia.
Industri otomotif Rusia memang sudah lumpuh sejak keputusan melakukan invasi ke Ukraina. Bahkan, penjualan mobil baru anjlok sebesar 58,8% pada 2022, di tengah perang dan akibat sanksi ekspor yang diberlakukan di negara tersebut.
Sebanyak 687.370 unit kendaraan terjual di Rusia tahun lalu, jauh lebih sedikit dari 1,6 juta yang dikirim pada 2021.
