Q I Penjualan Mobil di Cina Tembus 1,61 Juta Unit

FILE PHOTO – The logo of BYD is seen on a car presented at the Auto China 2016 auto show in Beijing, China, April 29, 2016. REUTERS/Damir Sagolj/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD SEARCH GLOBAL BUSINESS OCT 23 FOR ALL IMAGES

JAKARTA, AVOLTA – Penjualan mobil baru jenis penumpang di Cina dari Januari hingga Maret (kuartal I) 2023 mencapai 1,61 juta unit. Mobil listrik berkontribusi sekitar 34 % dan terus tumbuh signifikan dari waktu ke waktu.

Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA) melaporkan mobil listrik murni dan jenis hibrida plug-in atau PHEV berhasil tumbuh 21,9 % dibandingkan tahun sebelumnya. BYD berhasil memimpin pasar dengan pangsa 35,5 %, sedangkan produsen mobil listrik Tesla berada di urutan kedua dengan kontribusi 14 %.

Tentunya kondisi ini dilandasi oleh harga NEV atau sebutan kendaraan ramah lingkungan di Cina yang diberikan diskon akibat perang harga dan penurunan biaya baterai. Sehingga, memberikan tekanan pada penjualan kendaraan mesin pembakaran internal (ICE).

Sementara itu, lebih dari 40 merek telah bergabung dalam perang harga yang dimulai oleh Tesla tahun ini. Akibatnya, Nissan, Toyota, dan Volkswagen, mulai menawarkan diskon agresif pada model ICE terlaris mereka untuk mempertahankan pangsa pasar.

Bukan hanya produsen, otoritas lokal juga melihat industri otomotif sebagai pilar ekonomi juga telah meluncurkan subsidi pembeli untuk mendorong permintaan, dan beberapa dari program ini telah memacu proses industri otomotif di China.

Sekretaris Jenderal CPCA, Cui Dongshu mengatakan bahwa April akan menjadi titik pertumbuhan penjualan mobil di China seiring dengan pulihnya pandemi Covid-19. Dia berharap tren posisif ini akan terus berjalan dengan baik sehingga memberikan efek bagus pada penjualan mobil di Tiongkok.

CATEGORIES
TAGS