BYD Pilih Bangun Pabrik di Thailand, Lantas Indonesia Gagal?

FILE PHOTO – The logo of BYD is seen on a car presented at the Auto China 2016 auto show in Beijing, China, April 29, 2016. REUTERS/Damir Sagolj/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD SEARCH GLOBAL BUSINESS OCT 23 FOR ALL IMAGES

BANGKOK, AVOLTA – Pabrikan asal Cina BYD telah melakukan peletakan batu pertama untuk pabrik mobil listrik pertamanya di Thailand. Hal tersebut, sebagai langkah merek Negeri Tirai Bambu ini untuk melebarkan sayap di pasar Asia Tenggara.

pabrik mobil listrik BYD ini, berlokasi di Zona Khusus Koridor Ekonomi Timur di provinsi pesisir Rayong, Thailand. Fasilitas ini, rencananya bakal digunakan sebagai pusat produksi dan distribusi kendaraan listrik di Thailand, dan negara ASEAN, serta beberapa kawasan lainnya.

BYD sendiri merupakan pemain kendaraan listrik yang sudah sangat diperhitungan secara global. Bahkan, total penjualan merek tersebut, menembus angka 1,86 juta pada 2022.

Mengikuti jejak MG SAIC Motor dan Great Wall Motor, BYD menjadi merek mobil China lainnya yang mendirikan operasi manufaktur di Thailand, pasar yang sudah lama didominasi oleh merek-merek Jepang.

Sebelumnya, BYD juga telah membawa mobil paling populernya, ATTO3 ke Thailand, tepatnya pada tahun lalu.

manajer Umum Divisi Penjualan Mobil Asia-Pasifik BYD, Liu Xueliang mengatakan, penjualan model tersebut sangat sukses di pasaran. Target penjualannya sendiri mencapai 10 ribu unit, dan tercapai hanya dalam waktu 42 hari.

Pabrik tersebut dijadwalkan akan memulai produksinya pada 2024 dengan kapasitas tahunan 150.000 unit kendaraan energi baru.

Dengan keputusan BYD yang membangun fasilitas perakitan mobil listrik di Thailand, menjadikan harapan Indonesia untuk mendapatkan investasi dari merek Tiongkok ini cukup berat. Namun, dikatakan, Indonesia masih terus melakukan negosiasi dengan BYD terkait hal tersebut.

Bahkan, dari informasi yang diperoleh Avolta, BYD sudah punya kantor di salah satu gedung perkantoran elit di Jakarta Selatan. Selain itu, Grup Adaro disebut-sebut bakal menjadi mitra pabrikan asal Cina itu untuk berbisnis di Indonesia.

CATEGORIES
TAGS