TKDN Bus Listrik di Indonesia Belum Ada yang 40%

Transjakarta dan MAB Milik Moeldoko Bikin Kesepakatan untuk Uji Coba Bus Listrik (Avolta)
JAKARTA, AVOLTA – Insentif pembelian kendaraan listrik tidak hanya menyasar mobil dan sepeda motor saja, tapi juga bus yang diproduksi di Indonesia. Jatah subsidi dari pemerintah untuk kendaraan komersial ini sebanyak 138 unit.
Namun, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan, belum ada satu pun bus listrik yang diproduksi di Indonesia mencapai penggunaan Tingkat kandungan Dalam Negeri atau TKDN sebesar 40%.
“Bus listrik belum ada yang 40% (TKDN),” ujar Agus saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Transjakarta dan MAB Milik Moeldoko Bikin Kesepakatan untuk Uji Coba Bus Listrik (Avolta)
Lebih lanjut Agus mengatakan, untuk saat ini ada empat perusahaan yang memang sudah menjalani bisnis bus listrik di Tanah Air. Produsen tersebut, antara lain Kendaraan Listrik Indonesia (KLI), Mobil Anak Bangsa (MAB), Bakrie, dan juga Inka.
Politikus Parta Golkar ini juga belum memberikan detail terkait skema insentif untuk bus listrik. Seperti halnya mobil listrik, pemberian subsidi untuk bus listrik juga harus menunggu pengumuman lebih lanjut dari pemerintah, yang akan dilakukan dalam beberapa waktu ke depan lagi.
Saat ini, subsidi yang sudah jelas pelaksanaannya, baru sepeda motor listrik yang dapat jatah bantuan Rp 7 juta per unit. Insentif tersebut akan diberikan untuk 200 ribu unit, dan 50 ribu unit untuk roda dua listrik hasil konversi.
Pelaksanaan pemberian subsidi ini sendiri, akan mulai diberlakukan pada 20 Maret hingga Desember 2023.
