Dua Target Utama Pengembangan EV di Indonesia

JAKARTA, AVOLTA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko menyebutkan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia memiliki dua target utama. Pertama, yaitu mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini nilainya sangat luar biasa.
Kemudian target yang kedua, adalah mewujudkan komitmen Indonesia untuk menuju nol emisi pada 2060.
Dengan begitu, pemerintah melalui Presiden Joko Widodo memiliki semangat kuat untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Perwujudan tersebut, tertuang dalam Perpres No 55/2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai , dan Inpres No 7/2022 tentang penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas pemerintah.
Selain itu, Moeldoko juga menilai percepatan pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai ini juga membutuhkan dukungan dari swasta, untuk memicu dan memacu tumbuhnya industri mobil ramah lingkungan di Indonesia.
“Pemerintah memberikan keleluasaan bagi swasta untuk mengembangkan infrastruktur penunjang kendaraan listrik. Agar ekosistem kendaraan listrik di Indonesia bisa cepat berjalan,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Periklindo atau Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia, disitat dari TribunNews, Senin (5/3/2023).
Sebelumnya, Moeldoko juga menyebutkan, Indonesia juga berpotensi menjadi rantai pasok komponen kendaraan listrik secara global, karena sudah mampu memproduksi seperti baterai dan dinamo untuk mobil dan motor listrik.
“Saya lihat industri lokal kita sudah siap untuk memproduksi dengan jumlah besar. Ini modal kita untuk bisa menjadi rantai pasokan komponen kendaraan listrik secara global,” tegas Moeldoko.
Namun, untuk menjadi pemasok komponen kendaraan listrik tentu tidak mudah. Menurut dia di Asia, Indonesia harus bersaing dengan Cina yang sudah lebih dulu memulai perkembangan kendaraan listrik.
