Stop Produksi di Cina, Saham Tesla Anjlok ke Titik Nadir

Pabrik Tesla (Reuters)
SHANGHAI, AVOLTA – Rencana untuk menghentikan sementara produksi mobil listrik di pabrik Shanghai, Cina, membuat saham Tesla terus merosot. Bahkan, berdasarkan laporan Reuters, ditulis Kamis (29/12/2022), saham pabrikan asal Amerika Serikat ini anjlok 11,4%.
Dengan penghentian produksi ini, juga memicu kekhawatiran penurunan permintaan di pasar mobil terbesar di dunia tersebut.
Saham Tesla yang jatuh ke level terendah dalam lebih dari dua tahun, dan mengalami hari terburuk dalam delapan bulan merupakan hambatan terbesar pada indeks acuan S&P 500 dan Indeks Nasdaq yang pada teknologi.
Sementara itu, ekuitas perusahaan Negeri Paman Sam ini juga telah kehilangan lebih dari setengah nilainya sejak awal Oktober karena investor khawatir bahwa twitter mengambil banyak waktu dari Kepala Eksekutif (CEO), Elon Musk sambil mencemaskan penjualan sahamnya di pembuat mobil listrik tersebut.

Penghentian produksi Tesla di Cina ini, karena harus mengikuti kebijakan zero covid alias lockdown karena meningkatnya kasus positif covid-19.
Bahkan kabarnya, banyak karyawan di pabrik dan juga pemasok komponen mobil listrik di pabrik Tesla yang terinsfeksi, dan karena itu agar jumlahnya tidak semakin banyak terpaksa harus diliburkan untuk sementara waktu.
“Tidak diragukan lagi ada ketakutan permintaan,” ujar Ketua Great Hill Capital, Thomas Hayes mengutip perkiraan pengiriman yang dipotong dari rival China Nio Inc di pasar utama.
Hayes juga mengatakan bahwa saham Tesla menghadapi masalah dari suku bunga yang tinggi, penjualan rugi pajak, dan penjualan saham oleh beberapa dana yang memegang sejumlah besar saham Tesla.
